Koster Jadikan Perkebunan Kakao Jembrana Percontohan Sistem Pengolaan Pertanian di Bali

By : made donny | April 18, 2018 | Read : 1054 Visitor

Koster Jadikan  Perkebunan Kakao Jembrana Percontohan Sistem Pengolaan Pertanian di Bali

sumber foto :Calon Gubernur Bali I Wayan Koster mengunjungi perkebunan kakao yang dikelola oleh Subak Abian Dwi Mekar di Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. /ist

RedRiceBalinews.com, JEMBRANA
Calon Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster mengunjungi perkebunan kakao yang dikelola oleh Subak Abian Dwi Mekar di Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Di sini, Koster mendapat penjelasan detail mengenai sistem pengolaan kakao mulai hulu hingga hilir yang dikelola sendiri oleh warga melalui Koperasi Kertha Samania. Dalam kunjungannya itu, kandidat yang diusung PDI Perjuangan, Hanura, PAN, PKPI, PKB dan PPP didampingi sejumlah pengurus di antaranya Ketua Tim Pemenangan Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) Kabupaten Jembrana, Made Kembang Hartawan, Putu Arta, jajaran pengurus partai pengusung dan sejumlah tokoh masyarakat. Koster juga diberi kesempatan melakukan panen raya kakao yang sudah masak.


Pada kesempatan itu, Koster mendapat penjelasan mengenai sistem pengelolaan kakao dari pendamping Subak Abian Dwi Mekar, Agung Widi. Widi menjelaskan, program kakao lestari dicetuskan sejak tujuh tahun lalu. Pesertanya sebanyak 609 orang yang tergabung dalam 38 subak abian dari 146 subak abian di Kabupaten Jembrana. Subak Abian Dwi Mekar adalah salah satu anggotanya. Secara keseluruhan, luasan lahan kakao yang dikelola yakni 900 hektar. "Untuk bibit kami sudah mengelola sendiri. Jadi, antar-anggota bisa saling bertukar bibit," terang Widi, Selasa 17 April 2018.


Awalnya, Widi melanjutkan, untuk bibit didatangkan dari Sulawesi. Namun kini petani kakao di Jembrana sudah bisa menghasilkan sendiri bibit kakao. "Sekarang kami sudah mandiri. Setiap 25 tahun sekali sudah harus regenerasi. Jadi, dilakukan penyambungan namun tetap menggunakan induknya di akarnya," papar dia.


Hasil kakao yang ditanam dibeli oleh Koperasi Kertha Samania. Untuk panen raya biasanya jatuh pada bulan Juli dan Agustus saban tahunnya. Yang membanggakan, melalui program kakao lestari petani di Jembrana berhasil melakukan permentasi. Menurut Widi, satu-satunya yang telah melakukan permentasi di Indonesia adalah di Jembrana ini. Bahkan, kakao Jembrana telah diakui dunia internasional. Kakao hasil program ini telah mendapat sertifikat pengakuan dunia internasional yang membuatnya bisa diekspor ke luar negeri.


Catatan lainnya yang membanggakan yakni produksi kakao di Jembrana merupakan yang tertinggi dibanding daerah lain di Indonesia dari luasan lahan yang sama. Tiap tahun, satu hektar lahan kakao di sini menghasilkan 1,8 ton kakao. "Sementara rata-rata di Indonesia itu yang dihasilkan dari luasan lahan yang sama yakni 1 sampai 1,2 ton per tahun," terang Widi.


Kendati sudah dikelola secara keseluruhan oleh petani, namun mereka masih terkendala peralatan pengolahan pasca-panen hingga menjadi produk unggulan. "Selama ini sudah ada unit petani kami yang mengelola. Tapi, kami masih kekurangan alat pengolahan produksi," ujarnya. Pemilik lahan, I Made Sugandi mengaku perekonomiannya meningkat drastis semenjak bergabung dengan program kakao lestari. Saban tahun, ia mendapat keuntungan cukup besar. "Yang kami hasilkan tiap tahun 1,8 ton dikali Rp40 ribu per kilogramnya. Dulu kami hanya menghasilkan 600 kilogram per tahunnya. Tapi sejak bergabung di sini, jumlah hasil panennya meningkat drastis," terang dia.


Wayan Koster amat kagum dengan apa yang dilakukan oleh petani kakao di Jembrana. "Ini luar biasa. Yang begini memang mau saya bangun di Bali. Ke depan Bali sebagai wilayah agraris, pertanian, ini harus kita pelihara. Jangan sampai Bali tercabut dari akarnya yakni partanian. Pertanian ibunya kesejahteraan masyarakat Bali," papar Koster. Tanpa pertanian dengan budayanya yang sangat agung, Koster mengaku Bali akan kesulitan meningkatkan perekonomian dalam hal kesejahteraan masyarakat. Melalui konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Koster memang sudah merancang konsep pengelolaan paripurna seperti yang dilakukan oleh petani kakao di Jembrana.


"Saya memang berencana menyiapkan konsep pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada pertanian dalam artian luas, termasuk nelayan. Misalnya di sini kakao, lalu kita juga punya kelapa, jeruk, manggis dan lainnya, termasuk sayuran dan holtikultura. Begitu juga kita punya sumber perekonomian berbasis budaya, berbasis pada keterampilan da keahlian orang Bali seperti patung, lukisan, arsitektur dan jenis karya seni lainnya. Bali punya dua hal penting yakni pertanian dan budaya," tutur dia.


Ke depan, Koster akan mendorong sistem pengelolaan serupa di seluruh wilayah Bali. Nantinya, Koster akan melakukan pemetaan wilayah di Bali berdasarkan konsep satu desa satu produk. Dengan berbagai komoditas yang dimilikinya akan dibuatkan organisasi dan koperasinya. Keduanya akan berkolaborasi mengembangkan komoditas dari hulu hingga ke hilir. "Jadi, di hulu mulai dari lahan, petani, bibit, pupuk, pendampingan, teknologi pengolahannya itu dipikirkan. Di hilir ada pasarnya, bisa jual langsung baik mentahnya, bisa juga semi olahan. Sudah punya nilai tambah lebih mahal," jelas Koster. Tak hanya itu, ia juga ingin mengembangkan industri pengolahannya.


"Kita siapkan tukang desainnya dari lulusan seni rupa dan arsitek. Kita buatkan rumah desain untuk produk komoditas Bali. Bisa pangan dan lainnya. Koperasi ini akan kami dorong dan dia nantinya menjadi fasilitator. Tujuanya supaya koperasi ini yang bekerja untuk menghasilkan produk nilai tambah. Teknologinya, promosinya kita bantu online supaya mendunia pasarnya untuk sejumlah komoditas di sejumlah Bali," ucap dia.


Ia percaya model pengelolaan seperti ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Difasilitasi juga dengan modal, pendampingan dan teknologi. Nanti dosen dan mahasiawa. Ke depan kita sinergikan dengan universitas agar mereka terjun langsung melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Ini akan dijadikan percontohan, model, tidak saja untuk kakao, tapi hasil pertanian lainnya," demikian Koster. RRBNC
   


By : made donny | April 18, 2018 | Read : 1054 Visitor


TAGS :




News Related :

Tabanan, July 01, 2018 06:32
Sebanyak 103 Ribu Wisatawan Kunjungi Ulun Danu Beratan Art Festival 2018
RedRiceBalinews.com, TABANAN Ulun Danu Beratan Art Festival yang digelar selama dua pekan berha ...
Denpasar, June 29, 2018 09:11
Isi Waktu Luang, Putu Budi Siapkan Single Solo
Redricebalinews.com - Semangatnya dan kecintaanya terhadap musik membuat Putu Budi Dejapu tidak p ...
Tabanan, June 29, 2018 01:14
Pustakawan SD Dibekali Manajemen Perpustakaan Berbasis IT
RedRiceBalinews.com, TABANAN Sebanyak 200 pustakawan dan tenaga ketatausahaan mengikuti work sh ...
Tabanan, June 28, 2018 04:40
Terapkan E-Parkir, Tabanan Optimis Dongkrak PAD Rp 2,5 M menjadi Rp 4,5 M
RedRiceBalinews.com,TABANAN Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti melauncing program E-parkir d ...
Denpasar, June 27, 2018 21:48
Melalui Telpon, Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Atas Kemenangan Koster
RedRiceBalinews.com, DENPASAR Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan u ...
Denpasar, June 27, 2018 07:03
Koster-Ace Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018-2023
RedRiceBalinews.com, DENPASAR Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Bali I Wayan Koster &n ...
Tabanan, June 27, 2018 04:52
ABG Ketua Tim Mantra-Kerta Tabanan Keok di TPS 2 Desa Antap, Selemadeg
RedRiceBalinews.com, TABANAN Ketua Tim Pemenangan Mantra – Kerta Kabupaten Tabanan I Ketu ...
Denpasar, June 26, 2018 02:33
Pastika Ingatkan ASN Agar Jadi Warga Negara Yang Baik 27 Juni Nanti
RedRiceBaliNews.com, Denpasar Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengingatkan dan mengajak Apa ...
Denpasar, June 26, 2018 02:02
Ini Yang Perlu Dilakukan Agar Masyarakat Bijak Mengkonsumsi Minuman Beralkohol
RedRiceBalinews.com, DENPASAR Minuman beralkohol, baik yang tradisional seperti Arak, Tuak, m ...
Denpasar, June 24, 2018 18:50
Diageo dan Yayasan Bali Gumanti Ajak Masyarakat Bijak Mengkonsumsi Minuman Beralkohol
RedRiceBalinews.com, DENPASAR Yayasan Bali Gumanti bersama salah satu produsen minuman beralkoh ...


Berita Lainnya :

Tabanan, July 01, 2018 06:32
Sebanyak 103 Ribu Wisatawan Kunjungi Ulun Danu Beratan Art Festival 2018
RedRiceBalinews.com, TABANAN Ulun Danu Beratan Art Festival yang digelar selama dua pekan berha ...
Denpasar, June 29, 2018 09:11
Isi Waktu Luang, Putu Budi Siapkan Single Solo
Redricebalinews.com - Semangatnya dan kecintaanya terhadap musik membuat Putu Budi Dejapu tidak p ...
Tabanan, June 29, 2018 01:14
Pustakawan SD Dibekali Manajemen Perpustakaan Berbasis IT
RedRiceBalinews.com, TABANAN Sebanyak 200 pustakawan dan tenaga ketatausahaan mengikuti work sh ...
Tabanan, June 28, 2018 04:40
Terapkan E-Parkir, Tabanan Optimis Dongkrak PAD Rp 2,5 M menjadi Rp 4,5 M
RedRiceBalinews.com,TABANAN Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti melauncing program E-parkir d ...
Denpasar, June 27, 2018 21:48
Melalui Telpon, Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Atas Kemenangan Koster
RedRiceBalinews.com, DENPASAR Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan u ...
Denpasar, June 27, 2018 07:03
Koster-Ace Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018-2023
RedRiceBalinews.com, DENPASAR Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Bali I Wayan Koster &n ...
Tabanan, June 27, 2018 04:52
ABG Ketua Tim Mantra-Kerta Tabanan Keok di TPS 2 Desa Antap, Selemadeg
RedRiceBalinews.com, TABANAN Ketua Tim Pemenangan Mantra – Kerta Kabupaten Tabanan I Ketu ...
Denpasar, June 26, 2018 02:33
Pastika Ingatkan ASN Agar Jadi Warga Negara Yang Baik 27 Juni Nanti
RedRiceBaliNews.com, Denpasar Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengingatkan dan mengajak Apa ...
Denpasar, June 26, 2018 02:02
Ini Yang Perlu Dilakukan Agar Masyarakat Bijak Mengkonsumsi Minuman Beralkohol
RedRiceBalinews.com, DENPASAR Minuman beralkohol, baik yang tradisional seperti Arak, Tuak, m ...
Denpasar, June 24, 2018 18:50
Diageo dan Yayasan Bali Gumanti Ajak Masyarakat Bijak Mengkonsumsi Minuman Beralkohol
RedRiceBalinews.com, DENPASAR Yayasan Bali Gumanti bersama salah satu produsen minuman beralkoh ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook